Waktu
Bismillaah,
Assalamualaikum,
Apa kabarmu blog?
Sudah lama tak bercerita denganmu. Tentu dengan setia engkau mau mendengar ceritaku dari awal hingga akhir. Terimakasih sudah mau jadi tempat berceritaku yang random ini.
***
Waktu.
Huft ....,
sejenak terasa hening...
Sudah setua ini kapankah aku bisa memaknai dan mengahargai waktu. Masih saja merasa bahwa hidup ini panjang. Eh, tidak! Sebenarnya aku menyadari hidup ini singkat. Namun, kenapa lagi, lagi dan lagi aku tak menghargai waktuku.
Di kehidupan nyata gerakanku terbilang lelet, tapi masih sempat-sempatnya menggunakan waktu untuk dunia maya. Jelas aku tidak sedang bekerja di dalamnya. Aku bukan seorang buzzer, influencer, endorser, affiliate marketer dan yang lainnya. Aku hanya ibu rumah tangga yang memiliki enam anak. Yang enam-enamnya selalu nempel ke emaknya. Hehe.
Sebenarnya dari dulu aku bukan pecandu medsos. Pernah punya dan sudah ku hapus. Ketika beberapa bulan lalu, ketika suami membuka toko di shopee menjual beberapa peralatan baking. Yah, masih kecil-kecilan lah. Aku kepikiran untuk mengiklankan nya di medsos juga. Akhirnya aku membuat akun medsos itu. Dan mengiklankan di marketplace nya.
Walau belum memiliki teman di medsos itu namun medsos selalu menyuguhkan bacaan dan berita-berita. Scroll sana scroll sini tak terasa waktu melayang sia-sia. Menyesal? Tentu ada penyesalan, tapi jika kembali membuka medsos entah kenapa seperti tak menyadari akan hal itu dan masih terulang. Begitulah hingga beberapa bulan terakhir.
Padahal dari scroll-scroll dan membaca beritanya sangat banyak tidak ada manfaatnya. Unfaidah. Akibatnya adalah banyak waktu yang terbuang sia-sia, tidak menambah iman, kurangnya kedekatan hati dengan anak-anak walau secara fisik bersama namun pikiran penuh dengan ingatan bacaan di medsos, kurang fokus saat mengajar anak-anak, mudah terdistraksi, berkurangnya obrolan hangat dengan suami dan lain-lain. Satu lagi, hilangnya keberkahan hari itu. Hikkkssss....
Akhirnya akupun menghapus akun medsos itu. Semoga tidak membuatnya lagi di kemudian hari. In syaa Allooh.
Bukan berarti aku tidak ber internet. Aku masih menggunakan WhatsApp untuk berkirim pesan, Telegram untuk mendengar audio kajian dan blog ini. Dan bukan berarti tanpa internet seseorang tidak akan terjatuh dalam kelalaian. Bisa terjatuh dalam kelalaian jika tidak menggunakan waktu sebaik-baiknya. Maka hargailah waktu. Karena waktu tidak akan bisa kembali lagi. Isilah waktu itu dengan ibadah, dengan kegiatan yang mendatangkan pahala dan yang bermanfaat.
Ya, sebenarnya kita semua menyadari hidup ini singkat. Namun, hawa nafsu membuat kita lalai dari mengingatnya. Yang seharusnya saat ini adalah kesempatan yang harus kita gunakan untuk mempersiapkan bekal ke akhirat nanti. Astaghfirullah. Hadaanallooh wa waffaqonallooh jamii'an.
🖊 Berkata Al_Hafidz Ibnu Rajab al_Hanbali rahimahullah :
"مدة الشباب قصيرة كمدة زهر الربيع وبهجته ونضارته فإذا يبس وابيض فقد آن ارتحاله."
"Waktu muda itu sebentar bagaikan bunga di musim semi, keindahan dan keelokannya. Maka jika bunga itu telah menjadi kering dan putih, maka telah dekat waktu kepergiannya."
Lathoiful_Ma'arif 1/333
Alloohumma Baarik
Ibu Enam Anak

Betul hikss ada saja yang membuat lalai meski ga berinternet pun
BalasHapusHikkkssss ....
HapusBanyak2 minta petunjuk kita umm ...hikkkss (lagi) ...