Drama di hari pertama sahur
![]() |
| Foto dari pinterest |
Bismillaah
"Kalau masuk bulan romadhon nanti Aasiyah dan Maryam ikut puasa ya", kataku kepada keduanya di sela2 belajar.
"Iya ummi". Jawab mereka.
Aasiyah usianya sudah 7 tahun lebih beberapa bulan dan Maryam 5 tahun lebih beberapa bulan. Mungkin untuk seukuran usia Aasiyah ada sebagian yang mengatakan telat amat baru puasa. Tapi, bisa jadi sebagian yang lain mengatakan pas lah segitu. Tak apalah, karena tahun kemarin pun sudah di ajaknya dia berpuasa tapi masih belum faham apa itu puasa. Dikira puasa itu ya saat berbuka puasa. Seperti adiknya yang lain, kalau di bilang apakah kamu puasa? Dia akan menjawab dia puasa. Karena ikut berbuka puasa. Hehehe.
Nah, sejak sebelum puasa tahun ini umminya pun berusaha memahamkan apa itu makna puasa. Puasa yaitu menahan diri untuk tidak makan dan minum mulai dari adzan subuh hingga masuk waktu maghrib. Memberikan pengertian yang sederhana dulu, karena sebenarnya yang harus di tahan bukan hanya sekedar makan dan minum tapi menahan hawa nafsu dari keinginan2 yang tidak baik.
Hari pertama puasa di mulai drama oleh Aasiyah pada saat sahur. Saat di bangunkan agak susah padahal sudah di bujuk, di angkat (di gendong) sampai depan kamar mandi. Tapi belum mau bangun, malah sempat2nya tidur di depan kamar mandi.
Kesabaran umminya mulai naik turun. Kadang di bujuk rayu, kadang malah di marah. #maklumlah
Kami (ummi, abu, maryam dan sumayyah) sudah mulai makan, tapi aasiyah masih tergeletak seperti tadi. Abunyapun ikut2an ga sabar.
"Siram air aja ya biar bangun". Kata si abu.
Karena khawatir nantinya dia menangis dan bikin keributan di pagi hari begini akibat di siram air akhirnya umminya turun tangan mendatanginya dan membujuknya lagi.
"Ayoo sayang bangun, katanya Aasiyah mau puasa. Lihat itu iyam dan mayya sudah makan sahur", sambil ngelus2 dan mencium kepalanya.
Akhirnya diapun bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Hmmm ..., apakah anak2 kalian ada yang seperti ini. Hhehehe.
اللهم بارك
Makassar, 14042021

Drama ketika sahur ya ... hehe. Saya mengalaminya pada anak sulung, dia yang paling sulit dibangunkan ketika kecil. Sekarang sudah mahasiswa. Masih dia yang seringnya paling belakangan bangun :D
BalasHapusSalam kenal Mbak Nisa ... jadi kangen Pekanbaru saya baca komentarnya di blog saya. Silakan ke akun IG komunitas blogger Makassar, siapa tahu tertarik ikut kegiatan atau bergabung (akun @bloggermakassar) :)
Heheh iya, tahun pertama belajar puasa mereka.
HapusSmg si sulung bsk bgunnya lbh awal hehe.
Sama mba, saya jg kangen pekanbaru krn sdh 5 tahun blm mudik eh apa ya istilahnya krn kampung saya sbnrnya di Siantar, Sumatra Utara dan sejak kami anak2nya msh kecil org tua merantau ke riau-pekanbaru dan ortu msh d pekanbaru juga saat ini. Kami org barat mba, batak rantau hingga sayapun mewarisinya bakat merantau dan merantau kemakassar hehe. Bisa di bilang kampung (kota) kedua lah pekanbaru bagi saya.
Apalah saya ini mba, saya ga pede ikut komunitas blogger. Tulisan saya msh amburadul...isinya pun kbnyakan curhat. Lain kali jika sdh siap kapan2 saya intip ya mba...