Terhubung kembali
![]() |
| Source: google |
Sudah lama tidak mengisi blog, kali ini mencoba dengan cerita yang ringan saja.
Hai, kalian pernah kan pada masa masa muda dulu memiliki pertemanan. Baik itu masa SD, SMP, SMA ataupun kuliah. Nah, kalau dulu kan teknology belum secanggih saat ini. Kalau dulu alat komunikasi seperti telfon rumah ya terbatas milik orang kaya saja ya kan hehehe. Dan kalaupun ada teman yang punya nomor telfon rumah maka kita akan menyimpannya di buku kecil tempat catatan alamat2 rumah teman kita. Hayoo siapa yang pernah begini?. Lantas apakah kita akan sering menghubunginya? Ya kalau kita punya telfon rumah juga, kalau ga minimal ya mau ga mau suka ga suka ya mesti ke telfon umum tempat supermen berubah ...#ehhh.
Itu loch tempat nya biasanya di tempat2 umum, bentuknya persegi kadang ada ruang kacanya kadang juga ga ada.
Waktu SD saya dan teman2 suka iseng mau coba2 menggunakan telfon umum itu. Mungkin jiwa penasaran anak2 yang ada pada diri kami saat itu ingin tahu seperti apa rasanya mendengar suara orang di seberang telfon. Heheh. Maklum ga punya telfon rumah. Tapi, kami ga punya nomor telfon yang mau di tuju, akhirnya kami akan mengarang2 nomor saja setelah memasukkan koin. Jelas ga akan tersambung. Tapi pas sekalinya tersambung yang ada kami kaget dan malah lari meninggalkan gagang telfon umum bergantung2. Hahahah ...lucu kali lah.
Pas SMP, teknology sudah mulai berkembang. Alat komunikasi nya sudah menggunakan telfon genggam yang di sebut dengan hp. Bentuknya masih jadul banget, body nya gede' dan memiliki antenna. Masih sangat jarang orang yang memilikinya, yang punya pun pasti orang2 kaya. Mungkin karena hp pada saat itu masih mahal ya.
Seiring berjalannya waktu, bergantinya musim dan zaman. Teknology pun semakin canggih. Yang dulunya hanya telfon genggam untuk menelfon tok, maka saat ini telfon genggam sudah terkoneksi dengan internet. Semakin mempermudah terhubungnya komunikasi dengan siapapun. Karena dengan banyaknya medsos dan aplikasi chat memberi kesempatan untuk terhubung kembali dengan teman2 masa masa muda yang kehilangan kontak. Apakah ini kabar gembira? Bagi sebahagian orang mungkin saja iya.
Dengan medsos itu maka tak sedikit orang yang mulai mencari2 temannya dulu. Dengan mengetik nama temannya di pencarian teman. Kenapa sebegitu penasarannya yach dengan kabar teman yang telah lama menghilang? Mungkin persahabatan atau pertemanan yang terbina hangat dulu menerbitkan rasa rindu. Rindu ingin menyapa kembali, rindu ingin terhubung kembali lalu bernostalgia mengenang cerita masa lalu yang berkesan dan membekas.
Namun, apakah komunikasi yang baru ini akan kembali bertahan lama dan awet?
Di awal2 rasanya menggebu2 ingin bisa terhubung dan ingin tahu kabar teman yang sudah lama tak berkomunikasi. Mencari2nya di sosmed, bertanya2 lewat teman a ataupun b. Dan semisalnya. Pas nemu kontaknya sangat senang sekali. Komunikasi pun terhubung kembali lewat telfon maupun chat.
Namun, kadang semangatnya hanya di awal2 saja. Setelahnya biasa-biasa saja bahkan ada yang kehilangan kontak lagi baik di sengaja ataupun tidak di sengaja. Hal ini bisa di sebabkan beberapa hal, bisa karena :
Kesibukan yang sudah berbeda,
Cara pandang yang berbeda,
Dll
Ya, saat ini kita hanya mencari teman yang menurut kita nyaman. Seiring bertambahnya usia, pertemanan yang kita inginkan adalah pertemanan yang sederhana saja gak muluk2, dan tentunya pertemanan yang kita inginkan adalah pertemanan yang bisa saling mengingatkan karena Allooh.
Alloohumma Baarik,
Makassar, 230622
Ummu Aasiyah As Samosiriyyah
Emak Lima Orang Anak
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar