Merelakan keduanya (Cabe dan Tomat)
![]() |
| Tomat Cherry. Alloohumma Baarik |
Bismillaah,
Tanam menanam adalah kegiatan yang sangat ingin saya lakukan dari dulu. Tapi itu hanya keinginan yang terpendam saja. Saya hanya selalu berangan-angan jika di beri kemudahan bisa tinggal di pedesaan dan memiliki walaupun sedikit lahan, saya sangat ingin menanaminya.
Berhubung yang ingin saya tanami adalah tanaman yang nantinya bisa di nikmati dan di santap, saya tidak pernah berpikiran ternyata saat ini orang mulai banyak menanami nya di dalam polybag bahkan pot-pot. Dulu saya mengira pot-pot itu khusus untuk tanaman bunga saja.
Setelah tercerahkan dengan membaca-baca keterangannya di internet tentang bercocok tanam dengan media polybag/pot-pot dan bisa di lakukan di lahan terbatas, akhirnya saya mulai tertarik dan bersemangat untuk mencobanya.
Sayapun memulainya dari benih yang ada di dapur dulu. Saya menyemai benih cabe dan tomat. Setelah cukup kuat, saya memindahkan dan memisahkan bibitnya ke masing-masing polybag. Dari benih yang di semai hanya ada empat yang berkecambah dan bertahan hidup hingga di pindah polybag sampai saat ini. Diantaranya adalah tiga bibit cabe rawit dan satu bibit tomat sayur. Setiap hari saya mengamati pertumbuhan tanaman saya. Sambil selalu berharap semoga bershasil sampai berbunga, berbuah hingga panen.
Di sela-sela terus memantau perkembangan empat tanaman ini, saya tertarik ingin menambah tanaman-tanaman lain. Saya ingin menanam sayuran juga. Akhirnya saya berburu benih tanaman sayur di marketplace. Lalu segera menyemai dan menaman beberapa sayuran dan tomat cherry dari hasil belanja onlen tersebut.
Menanam tanaman adalah kegiatan yang membutuhkan kesabaran. Dari menyemai benih, memindahkan tanaman, perawatan dan perlakuan yang baik terhadap tanaman. Dengan kesabaran itu kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan, in syaa Allooh. Walaupun akhir dari tanaman kita tidak bisa di nikmati keindahannya atau rasanya karena berbagai hal, setidaknya kita mendapat pelajaran berharga dari pengalaman berkebun. Pengalaman-pengalaman itu menambah ilmu untuk kita bisa membaca situasi selanjutnya untuk tanaman kita. Misal, pengalaman terdahulu tanaman tomat saya di serang hama, berjamur atau yang lainnya, maka semoga kita dapat menentukan langkah apa yang harus kita ambil di kemudian hari agar tanaman terhindar dari gangguan-gangguan tersebut.
Kecewa? Pasti ada walau hanya sedikit. Tapi mau bagaimana lagi. Qoddarullooh wamaa syaafa'al. Saya harus merelakan satu tanaman cabe dan tanaman tomat yang sedang belajar berbuah. Terbayang hari-hari lalu saat saya merawatnya, dari masih kecil hingga kini tingginya hampir menyamai tinggi saya. Iya, ada sedikit rasa sedih. Tapi, ya sudahlah. Seleksi alam berlaku. Yang kuat maka akan bertahan.
Setidaknya masih ada dua tanaman cabe yang masih bertahan dan semoga menghasilkan. Dan, kabar gembiranya tanaman tomat cherry pun mulai berbunga. Hati saya pun berbunga-bunga di buatnya.
Dari menanam sayur, kami sudah menikmatinya. Diantaranya sayur pak choi dan sayur kangkung. لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Dan saat ini tomat cherry sudah belajar berbuah. Tomatnya unik, kecil-kecil seperti buah cherry. Bisa langsung di lahap. Biasanya untuk campuran salad, dari beberapa sumber yang saya baca. Sedang menunggu dia (tomat cherry) merona merah dengan anggunnya.
اللهم بارك
Ummu Aasiyah
Emak Lima orang anak

Komentar
Posting Komentar