Rizq Minalloh

 

Dokumentasi Pribadi

Bismillaah, 

Waktu pertama kali Abu Aasiyah di kabarkan akan di ajak umroh, tujuh bulan lalu oleh ammahnya, si abu tdk lgsung bercerita kpdku. Ada beberapa hari dia simpan kabar ini. Dengan alasan, dia sendiri masih merasa antara kaget dan senang krn di ajak umroh, serasa mimpi. Dia khawatir, sp th ini ga beneran atau kalau tidak, mungkin ga jadi di ajak. Intinya si pekerja kurir ini msh merasa antara percaya dan tdk percaya. Namun akhirnya bbrp hari berlalu dari pengkabaran itu si abu berani bercerita. Itupun ga lgsung to the point. Dia membuat cerita permisalan. 

"Misal, misalnya ini ya ada org yang ngajak umroh, apakah umminya pilih umroh atau (eheemmmm ...sedikit mengangkat isu kesulitan rumah tangga yg sdg kami alami).....atau minta mentahnya buat beli motor....(Kebetulan motor tua si abu yg di pakai kerja sdh srg rusak dan keadaannya mengkhawatirkan". Dia bertanya dgn nada serius seolah2 memang membutuhkan jawaban yang menenangkan. 

"Klo ana milih umroh abu. Karena apa? Karena saat itu adalah pilihan yang tepat yang sudah Allooh tentukan untuk kita. Karena umroh adalah ibadah dan merupakan karunia Allooh memberikan kemudahan jalannya kesana". Jawabku singkat. 

Kemudian aku bertanya lagi, "emang kenapa abu?". 

Karena aku melihat gelagat dari tingkah dan mimiknya ada sesuatu yang sebenarnya dia sangat ingin mengatakannya. 

Akhirnya, dia mengabarkan kepadaku ajakan ammah (adik perempuannya) untuk pergi umroh. 

Aku senang. Tp, ku jaga sekali perasaan senangku ini. Ada perasaan membuncah dan ada perasaan iri. Iri karena aku blm tahu kapan bisa pergi umroh. Tentu aku punya cita2 ingin kesana juga. Bercita2 kami sekeluarga bisa kesana. Alhamdulillaah kesempatan itu datang, walau hanya abunya saja yang pergi. Alhamdulillaah, harus banyak2 bersyukur. 

Ya. Antara umroh dan motor. Umroh adalah ibadah, bekal akhirat. Yang kita tdk tahu kapan seseorang itu terpanggil hatinya untuk kesana. Ada yg sangat ingin kesana namun blm mampu secara materi, ada yg sudah mampu secara materi bahkan berlebih namun belum ada panggilan hati kesana. Oleh karena itu bersyukurlah dengan kemudahan yang Allooh berikan saat ini untukmu wahai suamiku. Lagian, kan ammahnya itu benar2 ngajak umroh bkn memberi penawaran mau umroh atau motor. Ya malu lah klo kita milih motor, malu kpd ammahnya dan lebih-lebih lagi malu kepada Allooh yang telah memberi karunia yang agung ini. 

Motor adalah bagian dunia yang bisa kapan saja kita usahakan biidznillah, in syaa Allooh. Memang benar motor bagimu adalah sebagai alat untuk mencari nafkah. Dan mencari nafkah adalah kewajibanmu. Namun, motor hanyalah salah satu alat mencari nafkah bukan pemberi Rizqi, karena Allooh lah sebaik-baik pemberi rizqi. Dan ajakan umroh adalah rizqi yang tidak ternilai harganya. In syaa Allooh sebelum mendapat pengganti motor yang sudah rusak ini, engkau atau kita berusaha mencari penghasilan dengan usaha lain dulu. Bisa dengan menjual makanan atau barang2 lain. Saling bantu membantu dan saling support. Smg usaha apapun yang akan kita usakan nanti di mudahkan oleh Allooh 'Azza wa jalla. 

***


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu

Kegiatan sehari-hari