Masker 3d

Made in dewe'


Bismillaah 


Sejak awal pandemi terjadi dan di wajibkannya memakai masker belum pernah terbersit dalam hati membuat masker untuk suami. Padahal suami harus keluar rumah menjalankan kewajibannya yaitu mencari nafkah sebagai pedagang dan kadang kurir (kurir untuk dagangannya sendiri dan untuk dagangan orang lain). 


Menjahit. Mikirnya udah ribet duluan. Buat pola, ukur kain, gunting dan jahit. Ehh, bukankah itu biasa bagi tukang jahit. Iya benar sekali. Berhubung saya ini bukan penjahit, maksudnya saya hanyalah ibu rumah tangga yang alhamdulillaah memang punya mesin jahit dan belajarpun autodidak tidak pernah ikut kursus menjahit jadi yaitu tadi masih suka mikir sulitnya dulu padahal belum di coba. Padahal segala sesuatu yang akhirnya kita bisa melakukannya dan bisa menjadi profesional ya karena seringnya latihan,  iya kan!?. Practice makes perfect! Ini menjahit aja jarang2 ya kapan bisa jadi profesional. #senyum.


Dan di tambah kondisi sedang hamil muda pada saat itu sehingga mood sering berubah-rubah. Ya sudahlah. 


Alhamdulillaah walaupun demikian abunya anak2 sering di kasih masker sama saudara atau orang lain dan sama sekali belum pernah beli masker sendiri. Jadi, tidak apa2 kan kalau saya belum pernah menjahitkan masker buat suami. Karena masker pemberian masih banyak. #bela diri


Hingga suatu saat pas lihat pinterest nemu pola membuat masker. Kayaknya simpel. Dan hati tergerak ingin membuatnya. Alhamdulillaah ....taraaaaa...., masker perdana buatan saya untuk suami. 


Tanggapannya ketika melihat masker ini kayaknya biasa aja, tapi malah pesan di buatkan lagi untuk lebaran dan kembaran sama anak2nya. 


Wanita memang makhluk yang sulit di mengerti dan selalu ingin di beri perhatian. Eit, tapi laki2 juga kadang begitu koq. Sulit juga di mengerti. Mimik wajahnya biasa aja ketika menanggapi di buatkan masker tapi koq malah mesan lagi ya. Hehehe.


Sulit membedakan mana mimik wajah yang lagi senang dan tidak senang. Datar2 saja. Kalau wanita dari mimik wajahnya akan tampak sekali apakah sedang senang atau tidak. Kalau lagi senang akan tampak berbinar2, kalau lagi tidak senang mukanya bisa kayak bundelan kertas yang di tekuk2. Benar gak? #ehh

Bahan maskernya dari kain perca, dan hasilnya masih belum rapi. 

Semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin. 

*Sumber pola dari pinterest.

الحمد لله 

اللهم بارك 


Makassar, 22032021





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu

Kegiatan sehari-hari